”Moga-moga kami mendapati rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai”.
Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902.
Ketika masa itu, adalah masa dimana bangsawan, dan adat, adalah segalanya. Ketika ingin melewati seseorang yang derajatnya lebih terhormat, seseorang yang lebih rendah kedudukannya, harus merangkak melewatinya. Dan adat aneh lainnya. Ketika itu keningratan diukur dari darah. Dia memberikan kritikan kepada Belanda agar memberikan pendidikan kepada kaum Jawa, yang waktu itu memang Belanda hanya mengijinkan kaum bangsawan saja yang mengecap pendidikan. Itu karena Belanda khawatir jikalau bangsa ini dididik, maka akan ada banyak kaum intelektual yang lahir. Ketika bangsa Belanda mengetahui bahwa Kartini ingin belajar ke luar negeri, mereka menyusun strategi menghalanginya, karena lewat Kartini mereka bisa mem-baratkan gadis-gadis pribumi. Dan Kartini akhirnya menyadari hal itu… Read more »